Pages

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2009

Sedikit Senyum yang Mulai Menyapa



denting waktu yang berdetak
mengartikan bisikan angin
hari yang berganti seiring waktu yang berlalu
walau sang angis hanya menyapa dan berlalu

sesaat demi setiap denting waktu
semua yang berlalu mulai menghilang
hentaran halilintar yang mengema
menggentar nadi yang membisu

tak lagi sehangus dunia baru it
menghangat kepermukaan berlahan
namun penuh kepastian
lenyapkan semua yang pernah hadir dinua kecil yang baru it

merangkai hari yang bergandengan bersama angin
mengemban kisah yang tak dimengerti
walau terlalu mengusik namun mencoba bertahan
dibalik kerikil kecil yang menggerogoti jemari

sakit bahkan terlalu merintih
benci bahkan terlalu terpendam
namun pikiran yang menerjang
mengajarkan melupakan oleh seutas kata maaf

mencoba tersenyum bersama dinginnya hari
walau sakit itu bernyanyi bersama iringan hati
mencoba berdiri dibalik seutas senyum penuh atri
menenggelamkan semua yg terjadi

Sabtu, 24 Oktober 2009

Kumpulan puisi Cinta

Akhir Cerita

oleh whandie .

_bintang yang ku tunjuk

cahayanya perlahan berubah kelam
hancur jatuh berantakan
padahal belum sempat ku utaraka sajak-sajak cinta yang tercipta karenanya

_taman langit seolah suram
petang tak benderang tak membuat hatiku berteman.,

_bintang hati telah lebur terganti
namun tiada arti
sajak ku suram tak ada setitik terang

_mungkin inikah akhir cerita cinta di tengah malam terhias purnama menyatu dalam angin melantun pilu

_purnama itu terluka,bercucur air mata di tahan dengan senyum sayup merekat dengan cinta dalam pertemuan di iringi sepatah kata

“ini yang terbaik” bisikmu

_daun menari sendu angin melantun pilu perpisahan memang harus tercipta

_malam merapat pulang
di tengah sesal jalan ku kini terkikis kelam.

Kenangan
oleh whandie 
kenangan . . .
yang teringat hanya canda dan kesedihan
dalam gelap hati aku menangis
mengenangpun tak jadi arti
semua yang telah terjadi
takkan kembali

kenangan . . .
kan tercipta bila kekasih pergi
tuk selamanya
bisikan hati yang tersimpan dalam bayangan telah jadi bintang
kali ini ku takkan biarkan ia terjatuh atau menangis

Saat ku telah begitu menikmati hari-hari
Bila bisa ku ingin waktu sejenak berhenti
Ku ingin memelukmu erat
Tak kan ku lepaskan lagi


Bagaimana Bisa

Bagaimana bisa ku membiarkanmu berlalu
Di saat ku terlanjur jatuh hati padamu
Aku berdiri di sini menahan nafasku
Menunggumu mengubah keputusan itu
Bila ku bisa menghentikan waktu
Kau pasti tak jadi pergi

Ku tak tau apa salahku
Hingga kau memaksa untuk pergi
Kalau memang cintaku menyiksamu
Kau bilang saja padaku
Carikan cara untukku
Agar ku bisa berhenti mencintaimu
Karena aku sendiri sudah tak tau

Terlanjur jauh sudah ku jatuh hati padamu
Tak bisa berhenti mencintaimu
Aku harus bagaimana..??

Jumat, 16 Oktober 2009

Tak Pantas Untukmu

TAK PANTAS UNTUKMU

Gemerlap cahaya bintang dikegelapan
Selalu ada dan hadir dipelupuk mataku
Tak ada yang bisa kulakukan
Hanya tangisan dan penyesalan yang terbayang

Aku tahu, semuanya telah berubah
Sejak aku tak lagi didepan matamu
Sejak kau tak lagi menginginkanku
Saat itu adalah yang terburuk bagiku

Tak bersuara, tapi aku mendengarnya
Tak nampak, tapi aku melihatnya
Sosok indah yang dulu kukenang
Dan kupuja hingga kini tak tergantikan

Aku sadar aku tak pantas untukmu
Sebuah gabus yang menginginkan tenggelam dilautan
Tapi aku hanya ingin mengucapkan padamu
Jika engkau bisa merubah duniaku

Rabu, 14 Oktober 2009

Puisi

Tanpa Judul

Karya : Muh. Shulfie Juzailie


Kutapaki jejak demi jejak dunia
Di penghujung aku temukan rasa rindu
Kini galau menghancurkan hidupku
Hampa, resah membuatku seakan menjadi rapuh
Tak sadarkah engkau?
Bila hatiku slalu menanti kehadiranmu disini

Demi dirimu
Kuseberangi teluk yang terhampar luas
Bahkan tirai duniapun kucoba untuk membukanya
Meski aku tahu semua sia-sia
Yang hanya membuat diriku terhempas kembali

Aku gelisah dan bingung penuh tanya
Bagaikan Bangkai diantara hewan-hewan buas
Kini aku merasa sepi dalam malam
Bahagia berganti gundah
Ketegaran yang kupunya berganti keputusasaan

Tapi, aku tak peduli semuanya
Dibalik jendela itu
Aku menulis sebuah puisi yang tak bermakna
Walaupun puisiku tanpa judul
Aku hanya ingin engkau tahu
Jika nafasmu adalah nyawak